Pengaruh Worklife Balance Dan Kepuasan Kerja Terhadap Turnover Intention Karyawan Generasi Milenial

  • Heri Sandi H
  • Ariyani Erlin N
N/ACitations
Citations of this article
118Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pekerja startup di Indonesia biasanya berasal dari generasi Y atau generasi milenial, atau mereka yang lahir antara tahun 1982 dan 1995. Generasi milenial ingin sering berganti pekerjaan (biasanya setiap dua tahun atau kurang), maka tingkat pergantian karyawan menjadi tinggi. Penelitian ini melihat pengaruh kepuasan kerja dan keseimbangan kehidupan kerja terhadap tingkat pergantian karyawan. Sampel yang digunakan adalah 80 karyawan di Jakarta dari generasi milenial. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, pendekatan analisis data digunakan dengan program SPSS, termasuk Path Analysis. Berdasarkan temuan penelitian, tiga dari tujuh hipotesis yang diajukan terbukti kebenarannya: (1) keseimbangan kehidupan kerja berpengaruh negatif terhadap intensitas turnover; (2) kepuasan kerja berpengaruh negatif terhadap intensitas turnover; dan (3) keseimbangan kehidupan kerja berpengaruh terhadap intensitas turnover melalui kepuasan kerja. Untuk mengurangi tingginya tingkat turnover karyawan Milenial, perusahaan rintisan yang memiliki tenaga kerja Milenial yang besar harus memperhatikan masalah keseimbangan kehidupan kerja.

Cite

CITATION STYLE

APA

Heri Sandi, H., & Ariyani Erlin, N. (2023). Pengaruh Worklife Balance Dan Kepuasan Kerja Terhadap Turnover Intention Karyawan Generasi Milenial. Journal of Comprehensive Science (JCS), 2(3). https://doi.org/10.59188/jcs.v2i3.482

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free