Abstract
Kota Bengkulu memiliki berbagai obyek wisata baik wisata alam, budaya maupun buatan. Salah satu objek wisata yang cukup potensial untuk dikembangkan dan kurang mendapatkan sorotan yang lebih dari pihak pemerintah yakni wisata buatan. Masih sangat sedikit objek wisata buatan yang ada di Kota Bengkulu serta dilihat dari ketersediaan atraksi, amenitas dan aksesibilitas pariwisata yang kurang baik pada beberapa taman yang digunakan sebagai ruang terbuka hijau. Fungsi taman tidak hanya sebagai sebuah objek rekrasi namun dapat dikembangkan menjadi sebuah wisata yang dapat mengedukasi masyarakat. Penerapan arsitektur ekologi pada perancangan Taman Wisata Edukasi sebagai upaya menciptakan bangunan yang memperhatikan keseimbangan lingkungan sekaligus memberikan kesadaran dan pengetahuan kepada masyarakat tentang menjaga lingkungan. Dengan diterapkan prinsip-prinsip arsitektur ekologi pada pengolahan limbah dalam bangunan, tata massa bangunan, bentuk bangunan, dan penggunaan material. Sehingga Taman Wisata Edukasi dengan pedekatan arsitektur ekologi ini dapat menjadi wadah edukasi untuk semua kalangan dan dapat meminimalisir dampak kerusakan lingkungan.
Cite
CITATION STYLE
Sukma Saputri Sukma, Dwi Oktavallyan Saputri, & Atik Prihatiningrum. (2023). PERANCANGAN TAMAN WISATA EDUKASI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI DI KOTA BENGKULU. Teknosia, 17(2), 70–79. https://doi.org/10.33369/teknosia.v17i2.28855
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.