(Inter-) Relasi Kekuasaan dan Kebenaran Menurut Michel Foucault

  • Sunaryo
N/ACitations
Citations of this article
127Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Apakah ada hubungan antara kebenaran dan kekuasaan? Dalam pandangan Michel Foucault, filsuf Perancis (1926-1984): tentu saja ada! Kekuasaan di sini tidak hanya dimaknai dalam arti kekuasaan politik. Kekuasaan juga ada pada institusi-institusi pengetahuan yang kemudian disebut sebagai kekuasaan epistemik. Kekuasaan di sini lebih dimaknai sebagai kekuatan yang mengatur dan mendefinisikan kebenaran. Ia ada di mana-mana. Ia bisa datang dari luar (eksternal) dan juga bisa datang dari dalam (internal). Kehadiran kekuasaan yang ada di mana-mana ini, bagi Foucault, tidak perlu disangkal. Namun ia mengingatkan bahwa relasi kekuasaan dan kebenaran bukanlah relasi satu arah. Keduanya memiliki hubungan saling memengaruhi. Di sini, ia menekankan peran para intelektual dan kritikus dalam inter-relasi antara kekuasaan dan kebenaran. Menurutnya, kebenaran tidak boleh bersemayam hanya pada satu kekuasaan. Ragam kekuasaan perlu bertempur dalam mendefinisikan kebenaran (battle for truth). Pertempuran itu barangkali tidak akan pernah usai.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sunaryo. (2023). (Inter-) Relasi Kekuasaan dan Kebenaran Menurut Michel Foucault. Dekonstruksi, 9(03), 31–35. https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v9i03.164

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free