Tadarusan Al-Qur’an Di Masjid Raya Bandung Sebelum Dan Sesudah Pandemi Covid 19: Studi Pendekatan Fenomenologi

  • Moh Saepudin D
  • Busaeri
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tadarusan di Masjid Raya Bandung dilaksanakan setiap bulan ramadhan, yakni dari ramadhan pertama hingga akhir ramadhan, dengan menyelsaikan 30 Juz, sehingga setiap hari 1 juz. Penulis tertarik untuk mengankat tadarusan Al-Qur’an mengenai fenomena tadarusan Al-Qur’an dan tujuan dari tadarusan Al-Qur’an yang di masjid raya Bandung, menggunakan pendekatan fenomenologies karya Edmund  Husserl  dengna dua langkah kerja pertama apoche  dan kedua eiditich vision. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya tadarusan al-Qur’an pada masa sebelum pandemic covid 19, memberikan dampak yang luar biasa bagi mereka yang sebelumnya telah mengikuti tadarusan al-Qur’an baik yang membaca ataupun yang mendengarkan. Hal ini menunjukkan bahwa dengan dilakukannnya tadarusan al-Qur’an mampu membumikan kandungan al-Qur’an kepada masyarakat terlepas dari berbeagai motif yang mereka hendaki.

Cite

CITATION STYLE

APA

Moh Saepudin, D., & Busaeri. (2022). Tadarusan Al-Qur’an Di Masjid Raya Bandung Sebelum Dan Sesudah Pandemi Covid 19: Studi Pendekatan Fenomenologi. Realita : Jurnal Penelitian Dan Kebudayaan Islam, 20(1), 17–28. https://doi.org/10.30762/realita.v20i1.102

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free