Abstract
Pertambahan penduduk selalu diikuti dengan perubahan fungsi lahan secara besar-besaran. Perubahan ini mengakibatkan permukaan tanah tidak dapat lagi menyerap air hujan secara alami, sehingga menciptakan koefisien limpasan tinggi dan memengaruhi laju erosi. Air hujan tersebut dialirkan ke drainase bersama material erosi. Proses sedimentasi yang meningkat menyebabkan pendangkalan saluran yang mengakibatkan penurunan kapasitas drainase. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik sedimen dengan metode analisis ukuran butir dan hasilnya diameter butiran berkisar dari 1,062 mm sampai 1,506 mm, dikategorikan sebagai pasir sangat kasar dengan berat jenis (ρs) sebesar 0,00239 kg/m3. Mengetahui Laju Angkutan Dasar dengan Metode Meyer-Petter dan Muller yaitu sekitar 1,714×103 m3/tahun. Mengetahui laju sedimen melayang dengan menggunakan Metode USBR (United States Beureu Reclamation) yaitu sebesar 0,0443 ton/tahun. Serta mengetahui persentase sedimen terhadap saluran drainase Jalan Tongkol sepanjang lokasi penelitian sebesar 74,46% dan dikategorikan rusak berat. Sesuai dengan SE Ditjen SDA Men PU No. 02/SE/M/2011 rekomendasi tindakan yang dapat dilakukan adalah rehabilitasi. Rehabilitasi saluran drainase dapat dilakukan dengan pengerukan sedimen, serta perbaikan konstruksi saluran yang rusak.
Cite
CITATION STYLE
Dwianti, N., Mawardin, A., & Kurniati, E. (2023). Pengaruh Sedimentasi Terhadap Fungsi Kapasitas Saluran Drainase di Jalan Tongkol Kelurahan Seketeng Sumbawa Besar. Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology, 4(2), 11–18. https://doi.org/10.52158/jaceit.v4i2.547
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.