MANAJEMEN KONFLIK TERHADAP KASUS BANJIR ROP AKIBAT REKLAMASI PELABUHAN BELAWAN

  • Saragi S
N/ACitations
Citations of this article
18Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Potensi laut Indonesia bukan hanya dari aspek hasil kekayaan yang terdapat di dalam nya, potensi wisata tetapi juga potensi alur lalu lintas laut dari dalam maupun dari luar wilayah Indonesia. Menghadapi perkembangan tersebut, maka Pelindo I melakukan perluasan wilayah dengan melakukan reklamasi. Namun ternyata  reklamasi ini memunculkan permasalahan baru yang menyangkut pada kehidupan masyarakat nelayan dan yang bertempat tinggal di pesisir pantai dan berdekataan dengan pelabuhan Belawan tersebut. Kota Belawan sebagai kota tempat keberadaaan pelabuhan Pelindo I juga mengalami banjir rob yang semakin lama semakin parah. Permasalahan banjir yang dihadapi masyarakat Belawan sudah banyak mendapat perhatian dari berbagai pihak. Lalu bagaimana peranan pemerintah dalam menengahi konflik antara masyarakat dan pihak perusahaan? Mediator yang netral dapat membantu memfasilitasi dialog antara pihak-pihak yang bersengketa, membantu mencari solusi yang adil dan memfasilitasi kesepakatan antara pemerintah dan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan menggunakan berbagai tulisan, hasil penelitian maupun peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan kebijakan dalam reklamasi, linkungan hidup, maupun hal-hal lain yang bersangkutan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Saragi, S. (2023). MANAJEMEN KONFLIK TERHADAP KASUS BANJIR ROP AKIBAT REKLAMASI PELABUHAN BELAWAN. PUBLIK REFORM, 10(2), 83–92. https://doi.org/10.46576/jpr.v10i2.4246

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free