Abstract
Museum merupakan bangunan yang mewadahi pengunjung untuk bertukar ilmu, pendidikan, seni dan budaya. Seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi, museum-museum yang ada di Indonesia berupaya untuk beradaptasi dengan lebih efisien dan meningkatkan keterlibatan dengan pengunjung. Beberapa wujud adaptasi museum adalah dengan menciptakan metode yang melibatkan teknologi untuk membuat pengalaman pengunjung lebih interaktif. Dengan adanya pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya, museum-museum konvensional harus beradaptasi dengan cepat untuk membuat solusi yang akan berdampak pada bagaimana museum akan dibuat dan dirancang pascapandemi. Sebagai salah satu contoh, pandemi covid-19 telah membentuk kebiasaan baru di masyarakat seperti adanya himbauan rajin mencuci tangan dan social distancing. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui upaya adaptasi interior museum konvensional di Pulau Jawa dalam menghadapi pandemic dan pasca pandemic. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Beberapa museum di Pulau Jawa dipilih sebagai studi kasus museum dan dibahas terkait implementasi teori difusi pada interior museumnya. Hasil penelitian ini adalah rumusan adaptasi interior museum di Pulau Jawa dalam menghadapi pandemic dan pasca pandemic. Rumusan tersebut diharapkan dapat menambah pengetahuan dan menjadi acuan desainer interior dalam upaya rejuvenating interior museum konvensional.
Cite
CITATION STYLE
Nastiti, R. A., Krisnawatie, A., & Yuanditasari, A. (2023). Adaptasi Museum Konvensional dalam Upaya Peremajaan Pasca Pandemi Covid. Waca Cipta Ruang, 9(1), 1–8. https://doi.org/10.34010/wcr.v9i1.8441
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.