Abstract
Usia lanjut merupakan keadaan saat tubuh mengalami banyak perubahan. Perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia berdampak baik secara fisik maupun psikologis antaralain adanya perasaan sedih, cemas, muda tersinggung dan pemisimistik. Perasaan tersebut merupakan gangguan psikososial yang terjadi pada lansia dan kemungkinan dapat terjadinya depresi. Salah satu faktor penyebab terjadinya depresi pada lansia adalah kurangnya dukungan dari keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada lansia.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain Cross Sectional Study dengan jumlah sampel 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi dengan cara pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling dan analisa data menggunakan uji Fisher.Dari hasil penelitian diperoleh responden yang memiliki dukungan keluarga kurang dengan tingkat depresi ringan (16.7%) dan dukungan keluarga yang baik dengan tingkat depresi ringan (100%). Sedangkan dukungan keluarga kurang dengan tingkat depresi sedang (83.3%) dan dukungan keluarga baik dengan tingkat depresi sedang (0%). Analisa data menunjukan nilai p=0,000, yang berarti ada hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan tingkat depresi lansia. Saran kepada keluarga yang memiliki anggota keluarga lansia agar lebih mengenal, memahami karakteristik lansia dan memberikan dukungan, kasih sayang dan perhatian pada lansia, sehingga lansia merasa diperhatikan dan lebih sejahtera dihari tuanya.
Cite
CITATION STYLE
Rosita, R. (2016). HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT DEPRESI LANSIA DI KELURAHAN MARICAYA MAKASSAR. JURNAL ILMIAH KESEHATAN SANDI HUSADA, 4(1), 11–19. https://doi.org/10.35816/jiskh.v4i1.78
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.