Abstract
Di Indonesia, malaria masih menjadi ancaman kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan endemis. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 dimana malaria merupakan prioritas utama yang perlu ditangani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian malaria pada anak usia 5-15 tahun di Puskesmas Wosi Kabupaten Manokwari. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik berupa cross sectional. Penelitian ini dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak yang memiliki gejala klinis malaria dan dilakukan pemeriksaan laboratorium pada bulan Maret 2021 sebanyak 63 anak ke Puskesmas Wosi. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 35 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat berupa distribusi frekuensi, Analisis bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square (X²) menggunakan program SPSS terkomputerisasi dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kejadian malaria. Kesimpulan: tidak ada hubungan antara umur dengan kejadian malaria yaitu p = 0,561 atau p > 0,05. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian malaria yaitu p=1.000 atau p>0,05. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian malaria pada anak usia 5-15 tahun. Perlunya upaya promotif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam rangka pencegahan penyakit malaria. Â
Cite
CITATION STYLE
Asila, N., Mintaningtyas, S. I., & Pihahey, P. J. (2022). PENGARUH PENGETAHUAN IBU TERHADAP KEJADIAN MALARIA PADA ANAK USIA 5 – 15 TAHUN. PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 297–301. https://doi.org/10.31004/prepotif.v6i1.2657
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.