Abstract
Konservatisme akuntansi merupakan prinsip akuntansi yang menekankan kehati-hatian dalam pelaporan keuangan, di mana laba dan aset diakui lebih rendah sedangkan beban dan kewajiban diakui lebih tinggi untuk mengurangi risiko overstatement. Dalam konteks perusahaan konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), tingkat konservatisme akuntansi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kesulitan keuangan, risiko litigasi, dan tingkat utang. Data dalam penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan konstruksi dan bangunan yang diakses melalui website resmi IDX untuk periode 2020 hingga 2024. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan metode analisis regresi linear berganda menggunakan bantuan SPSS versi 27. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa:(1) Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kesulitan keuangan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kesulitan keuangan perusahaan, semakin besar kecenderungan manajemen untuk menerapkan konservatisme akuntansi guna mengurangi risiko informasi asimetris dan memberikan sinyal kehati-hatian kepada investor. (2) Hasil uji statistik menunjukkan bahwa risiko litigasi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Kondisi ini mencerminkan bahwa meskipun perusahaan menghadapi potensi gugatan hukum, manajemen tidak secara langsung menjadikan faktor tersebut sebagai dasar penentuan kebijakan konservatisme akuntansi.(3) Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tingkat utang secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Hal ini menandakan bahwa tingkat leverage perusahaan konstruksi belum cukup memberikan tekanan bagi manajemen untuk memperketat kebijakan akuntansi yang konservatif. (4) Secara simultan, kesulitan keuangan, risiko litigasi, dan tingkat utang memberikan kontribusi sebesar 73,1% terhadap variasi konservatisme akuntansi, sedangkan sisanya 26,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini, seperti kualitas audit, struktur kepemilikan, dan ukuran perusahaan.Hasil penelitian ini sejalan dengan teori agensi yang menjelaskan bahwa konflik kepentingan antara manajemen dan pemegang saham mendorong penerapan konservatisme untuk mengurangi potensi manipulasi informasi. Selain itu, temuan ini juga mendukung teori sinyal, di mana manajemen menggunakan konservatisme akuntansi sebagai sinyal kehati-hatian dan transparansi kondisi keuangan perusahaan kepada investor.
Cite
CITATION STYLE
Purba, R. A., & Pane, A. A. (2025). PENGARUH KESULITAN KEUANGAN, RISIKO LITIGASI DAN TINGKAT UTANG TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR KONSTRUKSI BANGUNAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2020-2024. Investama : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 11(2), 189–204. https://doi.org/10.56997/investama.v11i2.2488
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.