Abstract
Kunjungan wisatawan ke Monkey Forest Ubud tergolong tinggi selama 3 tahun terkahir. Kera dapat menggigit dan mencakar ketika merasa terancam sehingga peran pemandu wisata yang menemani wisatawan masuk ke Monkey Forest Ubud sangat penting dalam penanganan dini kasus gigitan kera untuk mencegah timbulnya potensi infeksi berbahaya atau yang dapat mengancam nyawa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan sampel 62 responden yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian mengenai karakteristik responden adalah (6,5%) berusia17-25tahun, (33,6%) berusia (26-35 tahun), (33,6%) berusia (36-45 tahun), (20,7%) berusia 46-55 tahun, dan (4,8%) berusia 56-65 tahun. Jenis kelamin laki-laki (100%), pendidikan terakhir SMP (8,1%), SMA (54,8%), Diploma (25,8%), strata sarjana (11,3%). Sebanyak (74,25%) responden mendapat informasi dari orang lain, dan (25,8%) dari media massa. (6,5%) responden pernah memiliki pengalaman dalam penanganan gigitan kera dan (93,5%) tidak pernah. Gambaran tingkat pengetahuan responden dalam penanganan gigitan kera yaitu pengetahuan baik (19,3%), pengetahuan cukup (56,5%), dan pengetahuan kurang (24,2%). Gambaran sikap responden dalam penanganan gigitan kera yaitu (21%) memiliki sikap baik, (7,8% cukup), dan (11,2%) kurang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi data baru dalam mendukung pendidikan keperawatan khususnya dalam bidang keperawatan pariwisata, menjadi data dan bahan evaluasi bagi organisasi pramuwisata, dinas kesehatan dan pengelola wisata.
Cite
CITATION STYLE
Mirayanti, N. L. D., Damayanti, P. A. A., & Yanti, N. L. P. E. (2020). GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PEMANDU WISATA DALAM PENANGANAN GIGITAN KERA DI MONKEY FOREST UBUD. Coping: Community of Publishing in Nursing, 8(2), 176. https://doi.org/10.24843/coping.2020.v08.i02.p10
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.