RELEVANSI PEMIKIRAN FEMINIS MUSLIM DENGAN FEMINIS BARAT

  • Mahfud D
  • Nazmi N
  • Maula N
N/ACitations
Citations of this article
204Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Konstruksi gender dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh agama dan ideologi yang dianutnya, maka wacana teologi gender mulai bergulir. Anggapan bahwa pemahaman agama bias gender membuat arah baru gerakan feminisme, dimana para feminis mulai menawar­kan pemaknaan baru terhadap agama sekaligus membongkar dogma-dogma agama yang telah mapan dan dianggap membelenggu kaum perempuan. penulis akan membahas tentang apa saja yang diberikan penjelasan relevansi antara pemikiran feminis Islam dengan pemikiran feminis Barat. kedudukan kaum perempuan di Barat sangat ter­kungkung, baik dalam kehidupan rumah tangga sebagai istri maupun yang berkenaan dengan hak-hak kemasyarakatan. Posisi kaum perempuan pada saat itu tak begitu jauh bedanya dengan kedudukan perbudakan yang diperlakukan semena-mena, pada waktu itulah timbul di benua Eropa gerakan perempuan yang dinamakan gerakan emansipasi. Ketika wacana teologis tentang perempuan dibuka dan menjadi diskursus yang cukup ramai, maka pembahasan dogma-dogma agama mulai muncul dan berkembang.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mahfud, D., Nazmi, N., & Maula, N. (2017). RELEVANSI PEMIKIRAN FEMINIS MUSLIM DENGAN FEMINIS BARAT. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 11(1), 95. https://doi.org/10.21580/sa.v11i1.1448

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free