PERAN FILSAFAT ILMU PENDIDIKAN DALAM PEMEROLEHAN BAHASA ASING BAGI BUKAN PENUTUR ASLI (NON-NATIVE SPEAKER) DI INDONESIA

  • Amri S
N/ACitations
Citations of this article
24Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Studi ini berfokus pada peran filsafat ilmu pendidikan dalam pemerolehan bahasa asing oleh siswa bukan penutur asli (non-native speakers) di Indonesia. Karena Indonesia adalah negara multibahasa, pengajaran bahasa asing menjadi sulit. Hal ini terutama karena lingkungan belajar tidak mendukung interaksi dengan penutur asli. Behaviorisme, konstruktivisme, dan humanisme adalah tiga tradisi filosofis yang memberikan perspektif unik tentang pengajaran bahasa. Konstruktivisme menekankan interaksi sosial dan pengalaman langsung untuk membangun keterampilan komunikasi, sedangkan behaviorisme memberikan dasar kuat untuk penguasaan tata bahasa melalui pengulangan dan reinforcement. Sebaliknya, pendekatan humanistik menekankan betapa pentingnya dukungan psikologis untuk membuat lingkungan belajar yang mendukung dan mengurangi kecemasan siswa. Namun, keterbatasan teknologi dan kurangnya akses ke lingkungan yang mendukung praktik bahasa asing tetap menjadi hambatan di Indonesia. Studi ini menemukan bahwa pengajaran bahasa yang lebih holistik, yang menggabungkan elemen dari berbagai teori filsafat pendidikan, dapat membantu siswa belajar bahasa asing dengan lebih baik di Indonesia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Amri, S. (2024). PERAN FILSAFAT ILMU PENDIDIKAN DALAM PEMEROLEHAN BAHASA ASING BAGI BUKAN PENUTUR ASLI (NON-NATIVE SPEAKER) DI INDONESIA. EDUKASI, 12(2), 62–73. https://doi.org/10.61672/judek.v12i2.2855

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free