RELATIONSHIP MARKETING, POWER DAN LOYALITAS PADA HUBUNGAN BISNIS ANTARA PEMASOK DENGAN PERITEL

  • Jiwa I
N/ACitations
Citations of this article
98Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Terdapat hubungan antara relationship marketing, power dan loyalitas dalam industri di Indonesia khususnya pada peritel dan pemasok. Hubungan business to business (B2B) tersebut terkait dengan penggunaan pengaruh untuk mengikuti kemauan salah satu pihak dalam hubungan bisnis. Salah satu masalah penting dalam penggunaan power perusahaan terhadap mitra bisnisnya adalah adanya fenomena kesenjangan kekuasaan (Ramasheshan et al., 2006; Setyawan, 2014; Martadisastra, 2017). Pemahaman, identifikasi dan kemampuan menggunakan strategi pengaruh akan memperkuat posisi tawar-menawar pelaku bisnis terhadap mitra bisnis mereka. Hal ini bisa menghindarkan dari resiko tereksploitasi oleh kekuasaan yang dominan. Pemasok dari skala usahanya sebagian besar merupakan perusahaan kecil dan UMKM. Posisi pemerintah sebagai penyusun dan penegak regulasi bisnis bisa memfaatkan hasil pemikiran dan temuan penelitian yang telah dilakukan sebagai dasar untuk menyusun dan menegakkan sebuah kebijakan kemitraan bisnis antara perusahaan besar dan UMKM.

Cite

CITATION STYLE

APA

Jiwa, I. D. N. A. (2018). RELATIONSHIP MARKETING, POWER DAN LOYALITAS PADA HUBUNGAN BISNIS ANTARA PEMASOK DENGAN PERITEL. Jurnal Mitra Manajemen, 2(3), 146–159. https://doi.org/10.52160/ejmm.v2i3.84

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free