Abstract
Banjir merupakan suatu bencana yang dapat menimbulkan kerugian dan kerusakan di berbagai bidang, khususnya infrastruktur. Salah satu upaya untuk mencegah dan mengurangi dampak dari bencana banjir yaitu dengan pembuatan simulasi melalui pemodelan spasial dalam bentuk peta element at risk. Pada pembuatan peta element at risk, input data berupa peta yang diunduh dari Open Street Map yang berisikan kenampakan alam maupun infrastruktur dari simulasi bencana yang dibuat menggunakan logika Fuzzy. Penerapan logika Fuzzy digunakan untuk menginterpretasikan statemen yang samar dari persentase area bangunan yang terdampak pada setiap klasifikasi area luapan banjir menjadi sebuah pengertian yang logis dalam pengklasifikasian kerusakan “Berat’, “Sedang” dan “Ringan”. Berdasarkan hasil simulasi bencana banjir yang telah dilakukan, didapati bahwa jumlah bangunan yang terkena dampak bencana banjir luapan Sungai Air Bengkulu adalah sebanyak 37 bangunan “Rusak Berat’, 216 “Rusak Sedang’ dan 329 “Rusak Ringan’, dengan jumlah korban jiwa terdampak sebanyak 2.328 jiwa.
Cite
CITATION STYLE
Rassarandi, F. D., & Tambunan, B. R. S. (2019). PENERAPAN FUZZY LOGIC DALAM PEMBUATAN PETA ELEMENT AT RISK BENCANA LUAPAN BANJIR SANGAI AIR BENGKULU KOTA BENGKULU. JURNAL INTEGRASI, 11(2), 135–139. https://doi.org/10.30871/ji.v11i2.1185
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.