Analisis Hubungan BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah) dan Asfiksia dengan Ikterus Neonatorum

  • Frelestanty E
  • Masan L
N/ACitations
Citations of this article
73Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penyebab ikterus neonatorum masih merupakan faktor predisposisi. Disamping itu, faktor risiko terjadinya hiperbillirubin diantaranya bayi kurang bulan atau kehamilan usia <37 minggu, bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) dan jenis persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan BBLR dan asfiksia dengan ikterus neonatorum. Penelitian dilakukan dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif melalui pendekatan retrospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, yaitu seluruh bayi baru lahir di RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang tahun 2019 sebanyak 265 bayi. Hasil pengujian menggunakan Chi square memberikan hasil p-value <0.001 artinya ada hubungan antara antara BBLR dan asdiksia dengan ikterus neonatorum.

Cite

CITATION STYLE

APA

Frelestanty, E., & Masan, L. (2020). Analisis Hubungan BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah) dan Asfiksia dengan Ikterus Neonatorum. JURNAL DUNIA KESMAS, 9(3), 320–325. https://doi.org/10.33024/jdk.v9i3.3029

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free