Abstract
Solidaritas sosial hanya mampu dibangun dalam konsep kepemimpinan yang matang. Nabi Muhammad sebagai seorang pemimpin mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat Madinah dan menjadikan Madinah menjadi kota yang memiliki tatanan sosial yang sangat baik. Ini ditunjukkan dari isi Piagam Madinah yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab sosial, toleransi dan juga sikap saling menghormati. Karakter masyarakat Madinah telah tercipta dengan akhlak yang luhur dan sikap toleransi yang tinggi telah terjaga dengan baik ditengah-tengah masyarakat Madinah yang heterogen dan pluralistik. Tetapi, tidak terlepas juga Rasulullah mendapatkan gangguan baik dari kaum Yahudi, munafik dan kaum kafir Quraisy. Hijrah telah menjadi tolak ukur awal eksistensi umat Islam dalam menyampaikan pesan-pesan kedamaian dimulai dari kota Madinah.
Cite
CITATION STYLE
Yakub, M. (2019). ISLAM DAN SOLIDARITAS SOSIAL: PERKEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM PERIODE MADINAH. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 7(1), 31. https://doi.org/10.37064/jpm.v7i1.5607
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.