Abstract
Penggunaan obat dalam jumlah atau dosis yang tidak tepat dikenal sebagai polifarmasi. Perkembangan polifarmasi dan kompleksitas obat yang saat ini digunakan dalam pengobatan memungkinkan peningkatan besar dalam interaksi obat. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui lebih lanjut terkait gambaran kejadian interaksi obat pada pasien yang terdiagnosis hipertensi. Hasil: Resep yang terkumpul adalah yang diterima IFRS Advent Medan pada Oktober-Desember 2022 sebanyak 500 resep. Langkah selanjutnya, resep di skrining dan disesuaikan dengan kategori persyaratan inklusi dan eksklusi. Resep yang memenuhi kategori inklusi adalah resep asli dengan minimal 3 obat, sebanyak 132 resep. Maka pada tulisan kali ini dilakukan analisis kelengkapan resep polifarmasi berdasarkan studi klinis terhadap 132 resep. Kesimpulan: Ketepatan indikasi, dosis obat, aturan, metode, dan durasi penggunaan obat lengkap 100%, Resep mengandung 3 obat, ada 7 resep yang berinteraksi (54%) dari total 13 resep.
Cite
CITATION STYLE
Razoki, R., Harahap, R. S., Sembiring, N. B., & Neswita, E. (2023). Skrining Resep Polifarmasi Secara Klinis Pada Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Advent. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(2), 707–712. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v6i2.155
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.