Abstract
Sirsak adalah salah satu tumbuhan yang banyak dijumpai di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Beberapa bagian tumbuhan sirsak diketahui telah banyak dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional ataupun sebagai peptisida alami. Pemanfaatan tumbuhan sebagai pengobatan ataupun sebagai peptisida alami tidak terlepas dari senyawa bioaktif yang terkandung didalamnya. Senyawa- senyawa tersebut akan berhasil diisolasi tergantung pemilihan pelarut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui komposisi metabolit yang terkandung dalam setiap pelarut yang digunakan. Langkah-langkah penelitian ini meliputi preparasi sampel daun sirsak, ekstraksi secara maserasi dengan pelarut metanol, partisi ekstrak metanol dengan pelarut diklorometana dan air serta identifikasi komposisi metabolit dengan instrumen kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Senyawa-senyawa yang teridentifikasi pada KCKT pelarut diklorometana diduga adalah senyawa metabolit golongan fenol, polikatida, tannin dan alkaloid. Sedangkan senyawa yang teridentifikasi KCKT pada pelarut air diduga adalah senyawa polar yang terikat dengan suatu gugus glikosida.
Cite
CITATION STYLE
Obenu, N. M. (2019). Ekstraksi dan Identifikasi Komposisi Metabolit Fraksi Diklorometana dan Aquades Ektrak Metanol Daun Sirsak (Annona muricata Linn). Jurnal Saintek Lahan Kering, 2(1), 17–19. https://doi.org/10.32938/slk.v2i1.717
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.