Abstract
Industri pengolahan kayu berdampak negatif terhadap pencemaran udara yang disebabkan oleh debu yang timbul saat proses pengolahan atau hasil industri mebel. Pencemaran debu kayu berdampak terhadap kesehatan manusia khususnya gangguan fungsi paru. Hasil riset The Surveilans of Work Related and Occupational Respiratory Disease (SWORD) yang dilakukan di inggris ditemukan 3.300 kasus paru yang berhubungan dengan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pajanan Particulate Matter (PM10) terhadap Kapasitas Vital Paru Pada Pekerja Bagian Produksi CV Delta Raya Kota Batu. Desain penelitian ini analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian berjumlah 17 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa hasil penelitian menggunakan uji fisher exact. Berdasarkn hasil penelitian didapatkan konsentrasi PM10 tertinggi yaitu 0.012 mg/Nm3. Hasil pengukuran KVP paling banyak kurang dari 80%. Hasil dari PM10 dan Kapasitas Vital Paru berbanding lurus. Kedua variabel tersebut tidak memenuhi standart. Maka disarankan untuk menambahkan ventilasi udara atau exhause di ruang produksi, memperketat standart operasional prosedur penggunaan alat pelindung diri pada saat bekerja minimal masker respirator, serta mengganti membersihkan alat – alat yang produksi sebelum melakukan pekerjaan.
Cite
CITATION STYLE
Cahyani, S. D., & Feri Khurniawan. (2023). Hubungan Pajanan Particulate Matter (PM10) Dengan Kapasitas Vital Paru Pada Pekerja Produksi Mebel. Jurnal Hygiene Sanitasi, 3(1), 4–8. https://doi.org/10.36568/hisan.v3i1.56
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.