Abstract
Al-MCM-41 adalah material padatan berpori yang tersusun dari silika amorf, memiliki struktur membentuk susunan heksagonal dengan ukuran pori antara 2-50 nm, sehingga dikategorikan sebagai material mesopori. Dalam pembuatan Al-MCM-41 membutuhkan sumber silika dan alumina yang tinggi sebagai bahan pembuatannya, sehingga dibutuhkan bahan yang kaya akan kedua senyawa tersebut sebagai bahan alternatif dalam pembuatan Al-MCM-41. Rumus formula kaolin adalah Al4(Si4O10)(OH)8 dengan komponen mineral utamanya adalah SiO2 dan Al2O3 Kaolin yang digunakan berasal dari bangka belitung dengan kandungan SiO2 sebesar 61% dan Al2O3 sebesar 31%, kandungan SiO2 dan Al2O3 yang cukup tinggi dimanfaatkan sebagai bahan pada sintesis material aluminosilikat seperti Al-MCM-41. Sintesis Al-MCM-41 dari kaolin dilakukan dengan metode hidrotermal. pH yang digunakan sebesar 10, dengan suhu 80°C selama 12 jam pada proses hidrotermalnya. Al-MCM-41 hasil sintesis dianalisa menggunakan XRD dan FTIR dimana pada analisa XRD sudut pendek menunjukkan 3 puncak pada 2θ= 2.237°, 3.921°, 4.449° dan XRD sudut panjang pada 2θ= 21.449°. Analisa FTIR untuk Al-MCM-41 menunjukkan pita serapan pada bilangan gelombang 436.49; 802.47; 1146.41; 1630.61; 3389.79 cm-
Cite
CITATION STYLE
Damayanti, N. (2024). Sintesis dan Karakterisasi Al-MCM-41 dari Kaolin Bangka Belitung sebagai Sumber Silika dan Alumina. Jurnal Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, 11(2), 93–101. https://doi.org/10.21776/ub.jsal.2024.012.02.5
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.