Abstract
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Indonesia meningkat sangat pesat daritahun 2000 hingga 2010 sebesar 31.376.731 jiwa. Peningkatan jumlah penduduk berbanding lurus dengankonsumsi listrik. Untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik pemerintah membangun berbagai pembangkitlistrik, salah satunya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Upaya peningkatan potensi effisiensi PLTUdilakukan dengan meningkatkan koefisien perpindahan kalor dua fasa. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh debit air, debit udara dan kemiringan pipa terhadap koefisien perpindahan kalor duafasa pola aliran gelembung. Penelitian ini dilakukan dengan mengalirkan udara dengan debit 20 cm3/menit,40 cm3/menit dan 60 cm3/menit. Mengalirkan air dengan debit 2 LPM, 4 LPM dan 6 LPM. Penelitimenggunakan pipa tembaga panjang 2.200 mm dengan diameter dalam 14 mm dan diameter luar 16 mm.Pipa tersebut dipanaskan dengan nikelin berdiameter 0,8 mm yang dibuat melingkari pipa sepanjang 2.000mm. Pada pipa tersebut dipasang 4 buah termokopel untuk membaca suhu yaitu input air, output air, inputdinding pipa tembaga, dan output dinding pipa tembaga. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapatpengaruh positif fraksi hampa pada pipa sempit dengan permukaan dalam berbentuk spiral terhadapterhadap koefisien perpindahan kalor. Pertambahan nilai fraksi hampa menghasilkan gelembung yangjumlahnya lebih banyak, keberadaan permukaan dalam berbentuk spiral mengakibatkan gerakan gelembungsemakin acak dan lebih merata pada permukaan melintang pipa. Dua faktor ini menghasilkan peningkatankoefisien perpindahan kalor.
Cite
CITATION STYLE
Wardoyo, W., Wiganda, S., & Wahrudin, A. (2015). PENGARUH FRAKSI HAMPA PADA PIPA SEMPIT DENGAN PERMUKAAN DALAM BERBENTUK SPIRAL TERHADAP PERPINDAHAN KALOR DUA FASA POLA ALIRAN GELEMBUNG. Jurnal Konversi Energi Dan Manufaktur, 2(2), 105–110. https://doi.org/10.21009/jkem.2.2.8
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.