Abstract
Pendekatan metafora dan pendekatan alam umum digunakan pada era arsitektur post modernisme saat ini mengingat pentingnya keinginan untuk menunjukkan kesadaran kontekstual, rasa individualitas, dan kesadaran lingkungan. Bangunan terminal di bandara merupakan salah satu contoh struktur bangunan yang biasanya menggunakan kedua pendekatan tersebut. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi lebih mendalam mengenai proses desain bandara internasional Beijing Daxing yang dirancang menggunakan pendekatan metafora serta Jewel Changi yang dirancang menggunakan pendekatan alam. Pada studi ini ditemukan bahwa titik awal penggunaan pendekatan metafora dan pendekatan alami dalam desain arsitektur adalah untuk mengatasi masalah yang ada. Lalu, dilakukan pencarian konsep desain yang sesuai dimana pendekatan alami melibatkan pencarian gambaran peristiwa alam untuk diterapkan pada desain, sedangkan pendekatan metafora melibatkan identifikasi objek yang dapat ditiru secara konsepsual atau fisik. Setelah itu, fenomena atau objek diselidiki secara seksama dengan mempertimbangkan aspek fisik dan kualitas immaterialnya. Proses desain kemudian dimulai dengan cara menerapkan fenomena atau objek pada elemen desain arsitektur melalui cara nyata (tangible) maupun tidak berwujud (intangible). Kajian ini diharapkan dapat memberikan panduan secara menyeluruh mengenai proses desain pendekatan metafora dan pendekatan alam sehingga dapat dijadikan contoh bagi yang memerlukannya
Cite
CITATION STYLE
Simanjuntak, R. R. S. M. S. (2024). Proses Desain Arsitektur dengan Pendekatan Metafora dan Alam pada Bandara Internasional Beijing Daxing dan Jewel Changi. Jurnal Arsitektur TERRACOTTA, 5(1), 78–89. https://doi.org/10.26760/terracotta.v5i1.9283
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.