Abstract
Aborsi pranikah adalah tindakan seseorang melakukan aborsi akibat hubungan seksual pranikah. Aborsi berdampak pada kesehatan mental wanita, tidak hanya wanita, pria juga mengalami tekanan psikologis seperti perasaan bersalah, sedih, kehilangan kepercayaan diri, dan merasa tidak berguna. Self-forgiveness adalah melepaskan diri dari perasaan bersalah atau menyalahkan situasi dan sikap mental mencintai diri sendiri setelah melakukan kesalahan. Tujuan penelitian ini untuk melihat self-forgiveness pria sebagai upaya mengembalikan rasa percaya diri pada pria akibat tindakan aborsi yang dilakukan oleh pasangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memahami masalah dari sudut pandang partisipan. Partisipan penelitian ini adalah 3 pria usia 18-22 tahun yang pasangannya pernah melakukan aborsi pranikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga partisipan baik dalam membangun self-forgiveness dan mengendalikan dorongan-dorongan perasaan negatif yang muncul. Penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi kepada pihak terkait seperti keluarga mengenai dampak psikologis pria yang pasangannya melakukan aborsi pranikah guna meminimalisir partisipan membahayakan dirinya. Kata Kunci: pemaafan diri, aborsi pranikah, pria
Cite
CITATION STYLE
Ramadhani, H. M. (2021). Self-Forgiveness Pada Pria Yang Pasangannya Melakukan Aborsi Pranikah. Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha, 12(3). https://doi.org/10.23887/jibk.v12i3.38610
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.