Abstract
Sebagai sebuah lembaga negara yang memiliki kewenangan dalam penegakkan hukum Polri tentu harus memiliki sifat yang sangat dinamis, keberadaan dari sosok anggota Polri harus mampu memberikan efek yang besar kepada masyarakat. Tentu hal ini ditinjau dari berbagai macam aspek, baik Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan warga masyarakat. Tulisan ini menyoroti tentang kehadiran Polisi Wanita (Polwan) yang nyatanya merupakan bagian penting dari kemajuan institusi ini sendiri. Kenyataan bahwa profesi Polri adalah profesi yang membutuhkan mental, tekad, dan pengabdian yang kuat ternyata tidak hanya ditemui pada seorang pria namun wanita pun mampu untuk menjadi sosok penting yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan Polri itu sendiri. Pada kesempatan kali ini penulis mencoba untuk sedikit mengupas mengenai kesetaraan gender, khususnya keberadaan Polwan di tubuh Polri, bahwa untuk menjadi pelayan publik bukan hanya laki-laki saja, namun wanita juga memiliki peran dan eksistensi mereka terhadap masyarakat. Isu mengenai kesetaraan gender sendiri selalu menjadi topik hangat yang menarik untuk dibicarakan, hal ini tidak lepas oleh karena adanya dikotomi antara pria dan wanita.
Cite
CITATION STYLE
Edi Saputra Hasibuan. (2022). Polisi Wanita (Polwan): Reformasi Kesetaraan Gender Dalam Tubuh Polri. KRTHA BHAYANGKARA, 16(1), 139–150. https://doi.org/10.31599/krtha.v16i1.1050
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.