Abstract
Dongeng bagian dari budaya rakyat Indonesia, yang pada era milenial sekarang ini telah di anggap kuno dan mulai ditinggalkan. Menurut Woolfson (dalam Puspita: 2009) menyatakan bahwa dongeng merupakan aktivitas tradisional yang jitu bagi proses belajar dan melatih aspek emosional dalam kehidupan anak-anak. Faktor yang sangat penting bagi anak usia dini dalam mengekspresikan emosinya adalah melalui bahasa. Dengan berbahasa yang baik dapat menanamkan nilai moral anak sejak dini. Salah satu metode yang dapat menjadi alternatif dalam mengembangkan bahasa dan nilai moral anak adalah dengan menggunakan metode mendongeng. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan mendongeng dalam meningkatkan kemampuan berbahasa dan penanaman nilai moral pada anak usia dini. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Secara tidak langsung penghayatan terhadap makna dan maksud cerita (meaning and intention of story) dari hasil mendongeng anak dapat menyerap informasi melalui serangkaian kegiatan kognisi dan afeksi, mulai dari interprestasi komprehensi, hingga inferensi terhadap nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Selain itu, sifat cerita yang menyenangkan didalam dongeng akan meningkatkan kemampuan berbahasa anak. Dengan adanya sesuatu yang menarik dan menyenangkan membuat anak terlibat aktif untuk menceritakan kembali hasil dari dongeng tersebut, sehingga anak memiliki literature yang kaya. seperti dikutip oleh Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menguraikan antara lain, “Seorang pendidik agar memperoleh sukses dalam tugasnya harus menggunakan pengaruhnya serta cara (metode) yang tepat arah” (Ar- Rasyiddin dan Nizar 2005).
Cite
CITATION STYLE
Helvionita, V. (2023). METODE MENDONGENG DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA DAN PENANAMAN NILAI MORAL PADA ANAK USIA DINI. Wacana Umat, 8(1). https://doi.org/10.56783/jwu.v8i1.11
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.