Catur Guru Dalam Seni Pertunjukan Wayang Wong Millenial

  • Ni Made R
N/ACitations
Citations of this article
43Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Karya ilmiah ini bertujuan membahas konsep dan implementasi Catur Guru dalam Seni Pertunjukan Wayang Wong Millenial (sebuah model seni pertunjukan baru yang dirancang khusus bagi generasi millenial). Sebagai hasil penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen, observasi dan wawancara mendalam dengan beberapa informan, yakni pendidik, wakil seniman dan pengamat sosial budaya Bali. Semua data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif deskriptif dengan mengunakan teori pedagogik dan teori tindakan sosial Bourdeau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Pertama, Catur Guru merupakan konsep pendidikan yang meliputi guru swadyaya, yakni Tuhan Yang Maha Esa, guru wisesa (pemerintah), guru pengajian (guru di sekolah), dan  guru rupaka (orang tua di rumah). Kedua, Seni Pertunjukan  Wayang Wong Millenial yang benampilkan lakon Cupu Manik Astagina mengimplementasi ajaran Catur Guru, yakni (1) menggugah kesadaran untuk senantiasa berbakti kepada Tuhan (guru swadyaya), (2) adanya peran dan dukungan pihak pemerintah untuk merawat dan mengembangkan Seni Pertunjukan Wayang Wong (guru wisesa), (3) adanya peran pendidik di sekolah yang membimbing para siswanya agar mencintai seni-budaya bangsanya; dan (4) adanya peran orang tua dalam mendidik putra-putrinya (guru rupaka). Seni Pertunjukan Wayang Wong Millenial juga mengajarkan agar generasi muda Bali “melek teknologi”. Anak-anak yang terlibat sebagai pemain Wayang Wong Millenial diharapkan mampu berpikir kreatif, terampil, komunikatif, kolaboratif, kritis serta siap bersaing dalam arus kompetisi global. Guru dan orang tua siswa perlu mendampingi anaknya dalam mengakses internet untuk mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan sosial, intelektual dan kecerdasan spiritual mereka.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ni Made, R. (2021). Catur Guru Dalam Seni Pertunjukan Wayang Wong Millenial. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(3), 334–341. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i3.1497

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free