KONTRIBUSI FOMO (FEAR OF MISSING OUT) TERHADAP NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL DI BUKITTINGGI

  • Achirul Ramadhan
  • Yusra Z
N/ACitations
Citations of this article
39Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Fear of missing out (FoMO) adalah sebuah ketakutan jika mengalami kehilangan momen berharga dari individu maupun kelompok lain, dimana seseorang tidak bisa hadir didalam momen tersebut yang ditandai dengan keinginan untuk selalu terhubung dengan apa yang dilakukan oleh individu atau kelompok tersebut di internet maupun dunia maya. Fear of Missing Out menjadi masalah bagi mahasiswa yang selalu memainkan smartphone setiap harinya, sehingga hal tersebut berdampak pada kebiasaan buruk jika kebiasaan berlama-lama di depan smartphone. Yang pada akhirnya berdampak pada kebiasaan mengakses smartphone hingga tak mau jauh dari smartphone dalam keadaan apapun yang di sebut dengan nomophobia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kontribusi fear of missing out terhadap nomophobia pada mahasiswa pengguna media sosial di Bukittinggi. Jumlah sampel pada penelitian kali ini sebanyak 144 mahasiswa yang diambil melalui teknik incidental sampling. Skala fear of missing out dan No Mobilephone Phobia Questionnare (NMP-Q) adalah alat ukur yang digunakan, dengan analisis regresi sederhana. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa fear of missing out berkontribusi terhadap nomophobia secara signifikan sebesar 52,5%.Fear of missing out (FoMO) adalah sebuah ketakutan jika mengalami kehilangan momen berharga dari individu maupun kelompok lain, dimana seseorang tidak bisa hadir didalam momen tersebut yang ditandai dengan keinginan untuk selalu terhubung dengan apa yang dilakukan oleh individu atau kelompok tersebut di internet maupun dunia maya. Fear of Missing Out menjadi masalah bagi mahasiswa yang selalu memainkan smartphone setiap harinya, sehingga hal tersebut berdampak pada kebiasaan buruk jika kebiasaan berlama-lama di depan smartphone. Yang pada akhirnya berdampak pada kebiasaan mengakses smartphone hingga tak mau jauh dari smartphone dalam keadaan apapun yang di sebut dengan nomophobia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kontribusi fear of missing out terhadap nomophobia pada mahasiswa pengguna media sosial di Bukittinggi. Jumlah sampel pada penelitian kali ini sebanyak 144 mahasiswa yang diambil melalui teknik incidental sampling. Skala fear of missing out dan No Mobilephone Phobia Questionnare (NMP-Q) adalah alat ukur yang digunakan, dengan analisis regresi sederhana. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa fear of missing out berkontribusi terhadap nomophobia secara signifikan sebesar 52,5%.

Cite

CITATION STYLE

APA

Achirul Ramadhan, & Yusra, Z. (2023). KONTRIBUSI FOMO (FEAR OF MISSING OUT) TERHADAP NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL DI BUKITTINGGI. CAUSALITA : Journal of Psychology, 1(3), 22–37. https://doi.org/10.62260/causalita.v1i3.29

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free