ANALISIS EMPIRIS PERBANDINGAN KINERJA METODE HASHING PROGRESSIVE OVERFLOW DAN LINEAR QUOTIENT DALAM STUDI PEMBUATAN APLIKASI DEKSTOP ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN

  • Prianto E
N/ACitations
Citations of this article
29Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak Administrasi merupakan kegiatan sehari-hari yaitu berupa kegiatan mencatat, mengumpulkan dan menyimpan suatu kegiatan atau hasil kegiatan sehingga membutuhkan memori guna menyimpan itu semua. Untuk memudahkan proses pencarian data yang telah disimpan dengan cepat, maka diperlukan suatu metode, yaitu menggunakan metode hashing. Penerapan manajemen memory bertujuan, agar mencegah adanya perulangan data yang sama, manajemen basis data yang baik, manajemen memori dan memberikan kemudahan untuk mengakses data dengan cepat walaupun data yang ada sangat banyak, dengan memasukkan kata kunci yang telah ditentukan dapat mencari data dan menampilkan dengan akurasi waktu yang dibutuhkan sebentar. Dengan metode progressive overflow dan linear quotient akan dianalisis nilai rata-rata dari setiap metode, nilai yang paling kecil dari metode tersebut adalah nilai yang terbaik akan digunakan sebagai pedoman seberapa besar nilai proses hashing dalam sebuat database suatu instansi dan sebagai studi kasus penentuan penyediaan memori yang dibutuhkan. 1. Pendahuluan Dalam melaksanakan pengelolaan suatu Instansi, diperlukan kebijakan-kebijakan yang tepat dilakukan oleh karyawan atau orang-orang dalam instansi tersebut dan juga memerlukan suatu cara yang dapat memberikan informasi sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan, yaitu adanya perencanaan. Administrasi merupakan kegiatan sehari-hari yaitu berupa kegiatan mencatat, mengumpulkan dan menyimpan suatu kegiatan atau hasil kegiatan untuk membantu pimpinan dalam mengambil keputusan. Dalam setiap kegiatan baru masih sering juga kita membutuhkan file yang telah tersimpan untuk kita ambil, dan membutuhkan waktu untuk mencarinya, hal demikian dapat menghambat kelancaran proses administrasi. Dengan penerapan manajemen memory, agar mencegah adanya perulangan data yang sama, manajemen basis data yang baik, manajemen memori dan memberikan kemudahan untuk mengakses data dengan cepat walaupun data yang ada sangat banyak, dengan memasukkan kata kunci yang telah ditentukan dapat mencari data dan menampilkan dengan akurasi waktu yang dibutuhkan sebentar. Permasalahan di atas dapat diselesaikan dengan adanya sebuah metode yaitu metode hashing. Dalam metode hashing yang akan digunakan adalah hashing statis. Ada beberapa turunan metode hashing statis yaitu progressive overflow, linear quotient, dan Coalesced Hash (dan Variannya : LISCH, EISCH, LICH dan EICH), dalam journal ini penulis mencoba membandingkan kinerja metode hashing progressive overflow dengan linear quotient, sebagai batasan masalah dalam penelitian ini [2]. Hashing merupakan metode pengaksesan data yang dilakukan dengan cara memetakan/mengkonversikan himpunan kunci record menjadi himpunan alamat memori (posisi subscript dalam larik), sehingga range address menjadi kecil. Fungsi untuk mengkoversikan nilai kunci aktual menjadi lokasi alamat disebut fungsi hash, sedangkan metode pencarian yang memanfaatkan fungsi hash disebut sebagai hashing atau hash addressing. Tujuan utama fungsi hash adalah agar dua buah nilai kunci (=r) mempunyai nilai hash yang berbeda. Jika tidak, maka akan terjadi collision/mash clash [2]. Untuk menentukan suatu fungsi hash H, diperlukan asumsi sebagai berikut: 1. Kunci yang diletakkan adalah primary key 2. Tidak ada altemate key

Cite

CITATION STYLE

APA

Prianto, E. (2016). ANALISIS EMPIRIS PERBANDINGAN KINERJA METODE HASHING PROGRESSIVE OVERFLOW DAN LINEAR QUOTIENT DALAM STUDI PEMBUATAN APLIKASI DEKSTOP ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN. ILKOM Jurnal Ilmiah, 8(3), 174–181. https://doi.org/10.33096/ilkom.v8i3.66.174-181

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free