PEMANFAATAN PEPAYA MENTAH MENJADI STIK PEPAYA SEBAGAI ALTERNATIF USAHA BAGI MASYARAKAT

  • Nadhifah T
  • Abshor D
  • Hakim C
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pepaya merupakan salah satu tanaman yang banyak dijumpai di Desa Banget, namun masyarakat setempat kurang memanfaatkan buah pepaya. Sleian itu pepaya memiliki nilai jual yang rendah dan permintaan konsumen masih sendikit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang memiliki tujuan memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat khususnya ibu rumah tangga dalam menghasilkan olahan produk kreatif. Dengan menggali potensi sumber daya alam yang ada dapat bermanfaat dalam meningkatkan usaha sampingan selain bertani maupun pekerjaan lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan oktober 2023 dan diikuti oleh 40 peserta dari ibu-ibu PKK dan masyarakat desa Banget. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tiga tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahan evaluasi. Hasil evaluasi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa penguasaan peserta sebanyak  40 orang atau 80% berada dikategori minimal baik, yang artinya peserta yang mengikuti sosialisasi telah menguasai materi yang di sampaikan TIM PKM. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dilaksanakan di sesa Banget dapat dinyatakan berhasil, karena terjadi peningkatan pengetahuan terhadap peserta kegiatan. Saran bagi masyarakat di Desa banget diharapkan dapat diterapkan dengan mengolah pepaya mentah menjadi aneka makanan yang lain sehingga pepaya dapat bernilai jual tinggi dan dapat menambah keankaragaman makanan untuk bisa dijadikan peluang usaha bagi masyarakat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nadhifah, T., Abshor, D. A., Hakim, C. B., Rosita, D., Purnomo, J., & Rhosyida, N. (2024). PEMANFAATAN PEPAYA MENTAH MENJADI STIK PEPAYA SEBAGAI ALTERNATIF USAHA BAGI MASYARAKAT. Jurnal Abdimas Indonesia, 6(1), 35–43. https://doi.org/10.26751/jai.v6i1.2443

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free