Abstract
Indonesia adalah negeri yang populer dengan kekayaan sumber energi alam dan memiliki tanaman-tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan warga secara turun menurun untuk bahan obat tradisional yaitu alpukat. Alpukat (Persea americana Mill.) adalah tanaman yang banyak memiliki senyawa yang berkhasiat antioksidan. Senyawa biokatif metabolit sekunder yang berperan adalah saponin, alkaloid, flavonoid, steroid, safrol, dan tannin. Senyawa antioksidan merupakan penyalur elektron, yaitu senyawa yang dapat menangkal dampak negatif oksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan ekstrak etanol daun alpukat mengandung metabolit sekunder dan juga untuk menentukan nilai IC50 Pada ekstrak daun alpukat. Salah satu metode pengukuran radikal bebas oleh senyawa antioksidan adalah dengan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) dengan alat spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 516 nm dan vitamin C sebagai pembanding. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa skrining fitokimia pada simplisia dan ekstrak daun alpukat terhadap uji alkaloid, flavonoid, tannin, steroid saponin dan glikosida menunjukkan hasil yang positif. Dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian uji aktivitas antioksidan daun alpukat memiliki nilai IC50 sebesar 9,24 µg/ml dengan kategori sangat kuat setara dengan vitamin C sebagai pembanding yang memiliki antivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 1,942 µg/ml dengan kategori yang sangat kuat.
Cite
CITATION STYLE
Rahmah, R., Rahayu, Y. P., Ridwanto, R., & Daulay, A. S. (2023). Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun alpukat (Persea americana Mill.) dengan metode DPPH. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 9–25. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v6i5-si.369
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.