Abstract
Aspek literasi menjadi topik perbualan yang hangat terutamanya dalam kalangan pendidik, pemerhati pendidikan, pegawai pendidikan, para pakar dalam pelbagai bidang ilmu saat ini. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya literasi pada masa kini mahupun mendatang. Akan tetapi, hasil refleksi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Gerakan Literasi Nasional (GLN) Indonesia mendapati bahawa Gerakan Literasi Sekolah (GLS) masih belum mencapai hasil yang diinginkan. Pengembangan budaya literasi ini diharapkan mampu mewujudkan amalan pembudayaannya kepada pelajar dan generasi muda yang kini sering dikelompokkan dalam generasi milenium. Sebenarnya, literasi itu telah mengalami perluasaan dari cakupannya yang dulu hanya sebatas literasi dasar kemampuan membaca, menulis, dan menghitung. Kini, literasi telah meluas cakupannya ke dalam bentuk multiliterasi seperti literasi data, media, dan manusia. Para literate yang menguasai ketiga literasi ini akan menjadi penentu dan pengarah masa depan bangsa. Untuk itu, eksistensinya perlu dilatih, dimantapkan, dan dikembangkan secara terus menerus sehingga membudaya untuk generasi milenium bangsa.
Cite
CITATION STYLE
Ansari, K. (2020). Eksistensi Literasi dalam Kalangan Generasi Milenium. Pendeta Journal of Malay Language, Education and Literature, 11(2), 18–25. https://doi.org/10.37134/pendeta.vol11.2.fa.3.2020
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.