TELAAH FENOMENOLOGI ATAS MIKRAJ RUHANI

  • Widarda D
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Positivisme sebagai basis pandangan dunia memiliki kecenderungan reduksionistik ketika berbicara realitas. Karena telah mengakibatkan dehumanisasi, telah menuai kritik secara filosofis. Kritik tersebut salah satunya berasal dari fenomeologi, sebuah disiplin ilmu yang dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan, termasuk untuk berbicara karamah wali. Tulisan ini bertitik dari pertanyaaan, 1.  Bagaimanakah pendekatan fenomenologi ketika berbicara karamah wali? 2. Bagaimanakah pendekatan fenomeologi atas peristiwa mikraj ruhani Sunan Gunung Djati?Dari dua pertanyaan tersebut penulis mendapatkan jawaban. 1. Hal-hal khawariqul ‘adah (sesuatu yang keluar dari kelajiman) bisa didekati  melalui fenomenologi. Melalui prinsip back to the thing themselves (kembali sesuatu pada hakikatnya sendiri), karamah para wali, yang tertolak lewat positivisme serta saintisme, merupakan fakta mental yang benar-benar terjadi. 2. Mikraj ruhani Sunan Gunung Djati yang bertemu Rasulullah, dengan pendekatan fenomenologi, bukanlah sesuatu yang tertolak kemungkinannya. Pengalaman ruhani tersebut adalah bagian integral dari hagiografi spiritual seperti juga para wali sufi yang lain: Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani, ‘Abd Al-Aziz Al-Dabbagh, Syaikh Ahmad Tijani, dan lain-lain.

Cite

CITATION STYLE

APA

Widarda, D. (2017). TELAAH FENOMENOLOGI ATAS MIKRAJ RUHANI. Syifa Al-Qulub, 2(1), 26–34. https://doi.org/10.15575/saq.v2i1.2391

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free