Pemanfaatan Aliran Air Terasering Sebagai Sumber Energi Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro di Desa Kadongdong Kabupaten Garut Jawa Barat

  • Hermawati
  • Naufal Nadzir
N/ACitations
Citations of this article
32Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Listrik merupakan salah satu kebutuhan vital bagi keberlangsungan hidup manusia. Namun belum semua daerah di Indonesia dapat dialiri listrik dengan baik, di antaranya di daerah pegunungan dan terpencil. Dengan memanfaatkan sumber energi listrik terbarukan, salah satunya tenaga air, masyarakat di daerah pegunungan dan terpencil dapat membuat pembangkit listrik skala kecil sebagai cadangan listrik apabila pasokan listrik dari PT. PLN terganggu. Pembangkit listrik Pikohidro merupakan pembangkit listrik sederhana dan murah, sehingga dapat dengan mudah dibangun secara swadaya. Sumber energi listrik dari aliran air pada penelitian ini memiliki daya potensial sebesar 2000 Watt. Sistem PLTPH ini pun cukup sederhana, yaitu hanya terdiri dari kincir yang dikopel dengan velg sebagai pulley tambahan sebelum dikopel ke generator. Kincir memiliki kecepatan sudut sebesar 3,559 rad/s yang mana menghasilkan 938 putaran per menit pada generator. Tegangan listrik yang dibangkitkan oleh pembangkit ini memiliki nilai beragam tergantung besar dari pintu air saluran, mulai dari 117,5 Volt hingga 401,8 Volt. Pintu air ini dapat diatur sedemikian sehingga tetap dapat menghidupkan lampu yang digunakan untuk penerangan lorong rumah warga dan pos ronda dekat lokasi PLTPH dengan faktor daya rata-rata sebesar 0,945.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hermawati, & Naufal Nadzir. (2019). Pemanfaatan Aliran Air Terasering Sebagai Sumber Energi Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro di Desa Kadongdong Kabupaten Garut Jawa Barat. Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya, 1(1), 1–7. https://doi.org/10.36706/jres.v1i1.7

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free