Abstract
Energi surya merupakan sumber energi yang berkelanjutan dan paling menjanjikan karena kuantitasnya sangat besar. Sumber energi dari matahari diharapkan mampu menjadi solusi dari permasalahan kebutuhan energi, setelah banyaknya sumber energi fosil yang semakin berkurang dan menimbulkan permasalahan lingkungan. Mengingat letak Indonesia yang berada di garis khatulistiwa, memungkinkan sinar matahari diterima secara optimal hampir di seluruh wilayah Indonesia sepanjang tahun. Untuk mengoptimalkan intensitas sinar matahari yang diserap oleh panel surya, perancangan sistemnya memerlukan sudut kemiringan panel yang paling sesuai untuk menerima radiasi matahari terbesar. Posisi matahari yang tidak stabil menyebabkan perubahan daya keluaran panel surya. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan penelitian mengenai pengaruh sudut kemiringan terhadap daya keluaran panel surya di Kabupaten Karawang. Penelitian dilakukan melalui pengambilan data secara langsung di rooftop Perum Pemda Sukaharja Kabupaten Karawang pada tanggal 5 Oktober 2023 dari pukul 07.00 sampai 16.00. Panel surya dihadapkan ke arah utara serta diberikan sudut kemiringan 10°, 20°, dan 30°. Diperoleh hasil daya keluaran (P) paling tinggi pada pukul 12.00 dan paling rendah pada pukul 07.00. Kesimpulan dari pengujian ini adalah panel surya yang dihadapkan ke arah utara dengan sudut 10° memiliki daya keluaran tertinggi sebesar 31,414 Watt dengan rata-rata hasil pengukurannya adalah 18,87 Watt. Pada sudut kemiringan 10° merupakan rekomendasi sudut paling optimal bagi panel surya untuk diterapkan di Kabupaten Karawang.
Cite
CITATION STYLE
Aulia Safitri, R., Rizki Priadi, A., Bima Pratama, T., & Saragih, Y. (2023). Studi Analisis Pengaruh Sudut Kemiringan Terhadap Daya Keluaran Panel Surya di Kabupaten Karawang. TESLA: Jurnal Teknik Elektro, 25(2), 162–171. https://doi.org/10.24912/tesla.v25i2.26749
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.