Proses Berpikir Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah PISA Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Komputasi

  • Lestari A
  • Annizar A
N/ACitations
Citations of this article
1.0kReaders
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kemampuan bernalar, khususnya berpikir kritis siswa Indonesia masih tergolong sangat rendah.  Hal ini dapat dilihat dari hasil PISA 2018 yang menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-7 dari bawah. Beranjak dari hal tersebut, peneliti akan mendeskripsikan proses berpikir kritis ditinjau dari kemampuan berpikir komputasi siswa. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara. Sedangkan penentuan subjek menggunakan teknik purposive sampling dengan mengambil 3 subjek usia 15 tahun jenjang SMP  yang memilki kemampuan berpikir komputasi tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses mengerjakan instrumen tes berupa soal PISA, berdasarkan aspek informasi subjek yang memilki kemampuan berpikir  komputasi tinggi  memenuhi indikator jelas, tepat, dan relevan. Selain itu subjek tersebut memenuhi indikator tepat dan relevan berdasarkan aspek konsep dan ide. Sedangkan pada aspek sudut pandang memenuhi indikator jelas dan luas, namun pada aspek penyimpulan subjek hanya memenuhi indikator logis.

Cite

CITATION STYLE

APA

Lestari, A. C., & Annizar, A. M. (2020). Proses Berpikir Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah PISA Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Komputasi. Jurnal Kiprah, 8(1), 46–55. https://doi.org/10.31629/kiprah.v8i1.2063

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free