RITUAL BAYUH AGUNG DI GRIYA KAWAN GANGGAWATI DESA KAWAN, KABUPATEN BANGLI

  • Ginawa W
  • Artatik I
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini membahas tentang ritual Bayuh Agung di Griya Kawan Ganggawati Bangli. Pelaksanaan upacara bayuh agung di Griya Kawan Ganggawati didasari oleh beberapa alasan yakni pertama untuk menghilangkan derita bawaan anak. Pelaksanaan bayuh agung pada dasarnya adalah untuk menghilangkan derita bawaan atau karma wesana yang dibawa manusia sejak lahir. Sebagaimana ajaran agama Hindu bahwa manusia terikat oleh hukum karma pala. Keterikatan pada karma wesana inilah yang menyebabkan manusia mengalami samsara atau kelahiran kembali untuk menebus karma sebelumnya. Pelaksanaan mabayuh dalam agama Hindu di Bali punya maksud dan tujuan yaitu menyelamatkan manusia dari akibat keburukan hari lahir dan unsur karma phala yang buruk dan masih melekat pada diri manusia serta menyucikan pengaruh bhuta kala yang ada pada diri manusia dan selanjutnya dapat menolong hidup manusia. Kedua, membentuk karakter anak. Upacara bayuh agung juga diyakini dapat memperbaiki sifat buruk seseorang yang dibawa sejak lahir dengan cara melakukan pabayuhan atau membersihkan badan jasmani dan rohani.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ginawa, W., & Artatik, I. G. A. (2019). RITUAL BAYUH AGUNG DI GRIYA KAWAN GANGGAWATI DESA KAWAN, KABUPATEN BANGLI. VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia, 2(1), 94–106. https://doi.org/10.32795/vw.v2i1.327

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free