Abstract
Pemanasaan (hot point) yang terjadi pada peralatan Gardu Induk (switchyard) disebabkan oleh arus yang mengalir dalam konduktor akibat adanya hambatan. Bagian yang sering mengalami pemanasan adalah bagian terminal dan sambungan pada switchyard, terutama antara dua logam yang berbeda, serta penampang konduktor yang mengecil karena korosi. Sehingga bagian tersebut harus diperhatikan, dengan cara melakukan pengontrolan atau pengecekan suhunya menggunakan thermovisi. Suhu panas peralatan Arrester pada Bay Indarung 1 Gardu Induk Pauh Limo masih berada pada kondisi normal dimana suhunya berkisar antara 20°C - 43°C. namun perlu perhatian untuk rencana perbaikan. Selisih suhu antar fase peralatan Arrester pada Bay Indarung 1 Gardu Induk Pauh Limo tidak ada yang mencapai kondisi III, namunada terdapat kondisi I dan II dimana itu menunjukkan perlu dilakukan investigasi dan rencana perbaikan, untuk menghindari terjadinya hubung singkat antar fase (R,S,T).
Cite
CITATION STYLE
Andari, R., Amalia, S., & Azhari, E. (2020). Analisa Pengecekan Peralatan Arrester Menggunakan Thermovisi pada Bay Indarung 1 Gardu Induk Pauh Limo. Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, 19(1), 101. https://doi.org/10.24843/mite.2020.v19i01.p15
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.