Abstract
Situs Wisata Sumur Gumuling merupakan bagian situs sejarah peninggalan kerajaan Mataram Islam di Yogyakarta yang mengandung signifikansi perkembangan dinamika kehidupan sosial budaya masyarakat di wilayah Pleret, Bantul. Oleh karena itu, situs Sumur Gumuling layak dikaji untuk memahami signifikansi situs terhadap kehidupan seni, sosial, budaya dan masyarakat .Penelitian tersebut menggunakan teori nilai fungsi yang dikembangan oleh Finnegan. Adapun, metode pengumpulan data melalui studi lapangan dengan teknik observasi, pengamatan, perekaman, pencatatan, dan wawancara mendalam. Metode analisis data ditempuh dengan melakukan transkripsi data, penyempurnaan, dan melakukan analisis hingga mencapai sebuah kesimpulan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa situs Sumur Gumuling memiliki nilai tradisi lisan yang berfungsi untuk mengatur kehidupan di wilayah sekitar situs. Mitos dan tradisi lisan merupakan sumber hukum konvensional yang mampu untuk mengatur masyarakat menaati pengaturan strategis untuk pelestarian lingkungan. Selain itu, keberadaan situs dimanfaatkan sebagai penandaan kelestarian seni dan tradisi lisan dalam masyarakat.
Cite
CITATION STYLE
Purwanti, D. (2022). Sumur Gumuling dalam Cerita Lisan Masyarakat. Jurnal Riset Daerah, 22(1), 4167–4174. https://doi.org/10.64730/jrdbantul.v22i1.70
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.