Untuk Islam Berkemajuan

  • Burhani A
N/ACitations
Citations of this article
44Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Hubungan antara Muhammadiyah dan budaya lokal di Indonesia sering menjadi tema kontroversial, baik di dalam organisasi ini maupun dalam wacana tentang Islam Indonesia. Muhammadiyah dikenal, salah satunya, sebagai gerakan purifikasi dan pemberantas TBC (Takhayyul, Bid’ah, dan Khurafat) yang kadang menempatkan posisinya saling berhadapan dengan budaya lokal. Namun demikian, sejak tahun 2000 lalu Muhammadiyah memperkenalkan konsep “dakwah kultural” yang di antaranya mencoba memperbaiki citranya dalam kaitannya dengan berbagai budaya di Indonesia. Tulisan ini hendak membahas tentang hubungan antara kejawaan dan Muhammadiyah serta melihat tempat dari budaya lokal dalam gagasan “Islam Berkemajuan” yang diusung Muhammadiyah sejak Muktamar ke-47 di Makassar 2015 lalu. Secara khusus, tulisan ini melihat pada reaksi beberapa warga Muhammadiyah terhadap buku “Muhammadiyah Jawa” (2016). Beberapa pertanyaan yang didiskusikan dalam artikel ini di antaranya: Masihkah ada ruang untuk kejawaan di Muhammadiyah? Adakah apresiasi dari organisasi ini terhadap identitas Jawa? Apa hubungan antara Muhammadiyah dengan Islam Jawa?

Cite

CITATION STYLE

APA

Burhani, A. N. (2019). Untuk Islam Berkemajuan. MAARIF, 14(2), 75–84. https://doi.org/10.47651/mrf.v14i2.63

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free