CORONAVIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) DARI PERSPEKTIF DERMATOLOGI

  • Sitaresmi A
  • Setyowatie L
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit baru yang terjadi akibat infeksi virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Manifestasi klinis umumnya berupa gangguan sistem respirasi. Namun, COVID-19 juga dapat bermanifestasi sebagai gejala ekstraparu, salah satunya dermatologi. Mekanisme pasti terjadinya manifestasi kulit pada COVID-19 masih belum dipahami secara penuh, namun diduga disebabkan oleh efek langsung virus terhadap sel keratinosit, respon imun berlebihan, maupun karena obat-obatan yang digunakan untuk tatalaksana COVID-19. Manifestasi kulit dari COVID-19 dapat dibagi menjadi lima kelompok lesi, yaitu lesi pseudo-chilblains, vesikuler, urtikaria, makulopapular eritematosa, dan vaskular. Lesi makulopapular eritematosa (44,18%) dan chilblains (19,72%) merupakan lesi yang paling sering ditemukan. Lesi vesikuler dan vaskular lebih jarang ditemukan. Lesi chilblains biasa ditemukan sebelum atau bersamaan dengan timbulnya gejala COVID-19 yang lain, dan seringkali muncul pada pasien kontak erat atau asimptomatik sehingga pengenalan lesi secara dini dapat digunakan untuk mendeteksi adanya COVID-19.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sitaresmi, A., & Setyowatie, L. (2021). CORONAVIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) DARI PERSPEKTIF DERMATOLOGI. Jurnal Klinik Dan Riset Kesehatan, 1(1), 33–40. https://doi.org/10.11594/jk-risk.01.1.4

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free