Stereotype Mahasiswa terhadap Gaya Fashion Laki-laki Feminis di Lingkungan Kampus

  • Shafwa A
  • Frihanggrahita N
  • Firdaus A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
33Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstract: Fashion, clothing, costumes and grooming are forms of non-verbal artifactual communication. Appearance or fashion is currently one of the factors determining the gender identity of a person that can be seen directly. From the style of dress, it can be shown that someone has a masculine or feminine side. Feminine and masculine traits are owned by everyone, male and female. Feminist men's dressing style tends to dress similar to women such as feminine clothing colors, clothes with a press body and the use of striking accessories. Feminist men's dressing style in the campus environment is quite often found considering the current era that frees everyone to be creative freely. The purpose of this study is to find out how students stereotype when they see feminist men's dress in the campus environment. In this study, researchers used a qualitative approach with a symbolic interaction theory approach. The results obtained from this study are that as many as 6 students have diverse perspectives, namely some are supportive and some are less supportive of the feminist male dress style because it is considered deviating from their original gender.Abstrak: Busana, pakaian, kostum, dan dandanan merupakan bentuk komunikasi non verbal artifaktual (artifactual communication). Penampilan atau fashion saat ini menjadi salah satu faktor penentu identitas gender dari seseorang yang dapat dilihat secara langsung. Dari gaya berpakainnya, maka dapat ditunjukkan bahwasanya seseorang itu memiliki sisi maskulin atau feminin. Sifat feminin dan maskulin sendiri dimiliki semua orang, laki laki maupun perempuan. Gaya berpakaian laki-laki feminis cenderung berpakaian yang mirip dengan wanita seperti, warna pakaian feminim, baju dengan press body dan penggunaan aksesoris yang mencolok. Gaya berpakaian laki-laki feminis di lingkungan kampus cukup sering ditemukan mengingat pada era saat ini yang membebaskan semua orang untuk berkreasi dengan bebas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana stereotype mahasiswa ketika melihat cara berpakaian laki-laki feminis di lingkungan kampus. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan teori interaksi simbolik. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa sebanyak 6 mahasiswa memiliki perspektif beragam, yakni ada yang mendukung dan ada yang kurang mendukung dengan gaya berpakaian laki-laki feminis karena dianggap menyimpang dari gender aslinya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Shafwa, A. F., Frihanggrahita, N. F., Firdaus, A. R. P., & Listyani, R. H. (2023). Stereotype Mahasiswa terhadap Gaya Fashion Laki-laki Feminis di Lingkungan Kampus. Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender Dan Anak, 5(2), 205. https://doi.org/10.29300/hawapsga.v5i2.2576

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free