Pendekatan Diagnosis dan Tata Laksana Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) pada Anak: laporan kasus

  • Rukmini N
  • Kurniati N
  • Suyoko D
N/ACitations
Citations of this article
62Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) pertama kali dilaporkan pada awal tahun 1980-an,merupakan infeksi human immunodeficiency virus (HIV). Penyakit ini telah menjadi pandemi yang meluassecara cepat khususnya di Afrika dan Asia. Pada tahun 2005 terdapat 40,3 juta orang di seluruh duniahidup dengan HIV/AIDS, termasuk diantaranya 4,9 juta infeksi baru dan 3,1 juta tercatat meninggaldunia.1-3 Selama tahun 2005, diperkirakan 700.000 anak di seluruh dunia baru terinfeksi HIV. Sekitar90% memperoleh infeksi dari ibunya selama kehamilan, kelahiran atau menyusui.4,5 Di Rumah SakitCipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, prevalens anak yang terinfeksi HIV 46 anak sepanjang tahun2005. Manifestasi klinis HIV/AIDS ini bermacam-macam sesuai dengan derajat penyakit yang telah terjadi.5Dijumpai beberapa sistem klasifikasi untuk mendiagnosis infeksi HIV pada anak sehingga diharapkandapat menjadi pedoman tata laksana pasien HIV/AIDS.5-9 Tujuan laporan kasus ini untuk mendiskusikantentang anak yang dicurigai terinfeksi HIV, bagaimana menegakkan diagnosis, dan tata laksana AIDSpada anak

Cite

CITATION STYLE

APA

Rukmini, N. K. P., Kurniati, N., & Suyoko, D. (2016). Pendekatan Diagnosis dan Tata Laksana Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) pada Anak: laporan kasus. Sari Pediatri, 9(2), 101. https://doi.org/10.14238/sp9.2.2007.101-11

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free