NASIB KAUM PEREMPUAN: BERKACA PADA NOVEL “PEREMPUAN DI TITIK NOL”

  • Ambros Leonangung Edu
N/ACitations
Citations of this article
2Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sejak awal penciptaaan, laki-laki dan perempuan sudah ada bersama. Bahkan mereka diciptakan untuk hidup berdampingan. Tetapi di mata lelaki, keberadaan perempuan bersifat problematis. Mungkin bukannya tidak dibutuhkan, tetapi kontribusinya dipertanyakan. Aneka kekerasan yang dialami perempuan sudah semestinya terjadi. Cara pandang tersebut menjadi sisi tilik ]untuk menjelaskan praksis aneka kekerasan terhadap perempuan. Tulisan ini ingin membedah kekerasan dengan bertolak dari reflesi atas novel Perempuan di Titik Nol, karya Nawal El-Saadawi. Novel ini akan mengupas secara tajam konteks dan relevansi kekerasan yang dialami para perempuan dewasa ini.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ambros Leonangung Edu. (2017). NASIB KAUM PEREMPUAN: BERKACA PADA NOVEL “PEREMPUAN DI TITIK NOL.” Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Missio, 9(1), 60–69. https://doi.org/10.36928/jpkm.v9i1.118

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free