Tinjauan Sirkulasi Ruang Pada Fasilitas Penyandang Tunanetra

  • Setiawan T
  • Maharlika F
N/ACitations
Citations of this article
47Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penyandang tunanetra ialah penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan penglihatan. Penyandang tunanetra dibagi menjadi dua yaitu low vision dan totally blind. Dalam beraktivitas, penyandang tunanetra menggunakan alat bantu atau dibantu oleh seseorang yang mendampinginya. Mereka dapat melakukan kegiatan pada fasilitas umum, oleh karena itu setiap fasilitas umum perlu memenuhi standar kenyamanan penyandang disabilitas tak terkecuali penyandang tunanetra. Untuk mempermudah penyandang tunanetra memenuhi kebutuhannya, diperlukan pengolahan kontur ruangan dan sirkulasi ruang yang cocok bagi mereka. Sirkulasi ruang yang terdiri dari sirkulasi horizontal dan vertikal pada fasilitas umum bagi penyandang tunanetra akan berbeda dengan orang awas. Biasanya penyandang tunanetra akan menggunakan tongkat sebagai alat bantu mobilitasnya, sehingga diperlukan sirkulasi yang lebih luas daripada orang awas. Salah satu fasilitas umum yang berada di Bandung ialah Balai Rehabilitas Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra “Wyata Guna”, fasilitas tersebut memiliki ruang-ruang yang dapat digunakan oleh semua kalangan terutama penyandang tunanetra. Dengan menggunakan metode analisis deskriftif melalui analisa visual dari segi sirkulasi ruang, maka dilakukan perbandingan antara survei fasilitas tersebut dan data literatur mengenai sirkulasi ruang bagi penyandang tunanetra.

Cite

CITATION STYLE

APA

Setiawan, T. A., & Maharlika, F. (2021). Tinjauan Sirkulasi Ruang Pada Fasilitas Penyandang Tunanetra. DIVAGATRA - Jurnal Penelitian Mahasiswa Desain, 1(1), 70–79. https://doi.org/10.34010/divagatra.v1i1.4875

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free