Abstract
Latar Belakang: Peningkatan penggunaan zat psikoaktif masihmenjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Dokter puskesmas memiliki peranan penting untuk deteksi dini dan melakukan promosi kesehatan. Beberapa penelitian justru menemukan dokter cenderung bersikap negatif terhadap pasien dengan adiksi zat psikoaktif. Sikap negatif dari para dokter dapat menyebabkan layanan kesehatan yang diberikan menjadi tidak optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sikap dokter puskesmas terhadap pasien dengan adiksi zat psikoaktif.Metode: Desain penelitian ini adalah studi deskriptif dengan metode potong lintang. Sampel penelitian adalah dokter puskesmas yang praktik di unit-unit pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas wilayah DKI Jakarta. Data sikap dokter diambil menggunakan kuesioner Medical Condition Regard Scale. Data penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan uji deskriptif.Hasil: Sebanyak 569 dokter berpartisipasi dalam penelitian ini. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan berusia 25-35 tahun dengan pengalaman bekerja kurang dari lima tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan 307 dokter puskesmas memiliki sikap negatif (54%), sedangkan 262 dokter memiliki sikap positif (46%).Kesimpulan: Dokter puskesmas di wilayah DKI Jakarta cenderung memiliki sikap yang negatif terhadap pasien dengan adiksi zat psikoaktif. Penelitian-penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi sikap dokter tersebut.Kata Kunci: sikap, dokter, puskesmas, Medical Condition Regard Scale
Cite
CITATION STYLE
Pranoto, F. (2021). Sikap Dokter Puskesmas di Jakarta Terhadap Pasien dengan Adiksi Zat Psikoaktif. Damianus Journal of Medicine, 20(2), 97–103. https://doi.org/10.25170/djm.v20i2.2054
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.