Penerapan Budaya Mutu Melalui Pendekatan QCC untuk Pengembangan SDM Tim Medis dan Non Medis Guna Meningkatkan Inovasi di Rumah Sakit dan Klinik Charitas Group Sumatera Selatan

  • Setiawan S
  • Seysna Putra A
  • Nasihardani D
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
7Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Charitas Group merupakan jaringan penyedia layanan kesehatan yang berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Sumatera Selatan dan sekitarnya. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah pencapaian Key Performance Indicator (KPI) terkait nilai inovatif, di mana setiap rumah sakit diharapkan menghasilkan minimal empat inovasi per tahun dan setiap klinik satu inovasi per tahun. Untuk mengatasi tantangan ini, Charitas Group menerapkan metode Kaizen atau perbaikan berkelanjutan melalui pengembangan program Quality Control Circle (QCC) yang melibatkan seluruh karyawan, atau yang dikenal sebagai Insan Charitas. Program ini dilakukan secara hibrid, dengan pelatihan Kaizen dan QCC secara luring yang mencakup delapan langkah pemecahan masalah, serta evaluasi penerapan QCC secara daring. Hasil dari implementasi program ini menunjukkan peningkatan kualitas inovasi di seluruh rumah sakit dan klinik dalam jaringan Charitas Group sebanyak 41%. Dengan demikian, penerapan QCC terbukti efektif dalam meningkatkan budaya inovasi dan mutu layanan kesehatan di Charitas Group.

Cite

CITATION STYLE

APA

Setiawan, S., Seysna Putra, A., Nasihardani, D., Rahmawati, P., & Kurnia, H. (2025). Penerapan Budaya Mutu Melalui Pendekatan QCC untuk Pengembangan SDM Tim Medis dan Non Medis Guna Meningkatkan Inovasi di Rumah Sakit dan Klinik Charitas Group Sumatera Selatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 5(2), 209–217. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.3435

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free