Menyikapi Fenomena Body Shaming dengan Pendekatan Dikotomi Kendali dari Marcus Aurelius

  • Jupilta
  • Yustiana P
  • Putri M
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah untuk menolong korban body shaming merespons fenomena yang terjadi di masyarakat. Perilaku body shaming berdampak pada tekanan mental akibat kritik, komentar, dan penolakan orang lain terhadap tubuh. Kemudian terdapat juga gangguan kesehatan fisik dan perilaku konsumerisme akibat berusaha mengejar kondisi tubuh ideal. Penulis meneliti fenomena ini melalui metode penelitian kualitatif deskriptif, khususnya pendekatan studi pustaka. Penulis menggunakan lensa perspektif dikotomi kendali dalam filsafat stoikisme untuk menganalisis fenomena body shaming. Penulis menemukan bahwa perspektif dikotomi kendali menekankan perlunya latihan untuk mengubah presepsi dan standar untuk menerima tubuh. Menerima keadaan tubuh bukan lagi pada pandangan orang lain, melainkan pada status tubuh sebagai sesuatu yang sangat berharga. Penerimaan ini ikut mengimplikasikan tindakan pengendalian gaya hidup dan tindakan untuk menjaga keberhargaaan tubuh dari gangguan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Jupilta, Yustiana, P., & Putri, M. (2024). Menyikapi Fenomena Body Shaming dengan Pendekatan Dikotomi Kendali dari Marcus Aurelius. Jurnal Teologi Injili Dan Pendidikan Agama, 2(3), 83–93. https://doi.org/10.55606/jutipa.v2i3.286

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free