Abstract
Kondisi pandemi memaksa anak-anak untuk bermain, belajar dan beribadah di rumah. Ibadah anak daring harus memiliki esensi yang sama dengan ibadah onsite. Sesi pujian, cerita dan aktivitas disusun dengan mempertimbangkan kemampuan fisik, kognitif, motorik dan verbal anak. Kegiatan yang merupakan bagian dari komisi anak GKI GS ini dilakukan daring setiap Minggu pukul 10.30-11.45 WIB. Pelaksanaannya berfokus pada jenjang kelas tengah, yaitu anak usia 7-8 tahun (kelas 2) yang berjumlah 47 anak. Bentuk kegiatan pelayanan ini dilakukan melalui pendampingan sesi ibadah, mulai; salam pembuka, pujian, persembahan, cerita dan sesi aktivitas. Pengajar secara interaktif dan inovatif mengemas dan menyampaikan masing-masing sesi melalui berbagai media pembelajaran kreatif. Umpan balik dari pemahaman materi minggu sebelumnya dapat dilihat dari foto atau video aktivitas yang dikirimkan melalui grup whatssapp orang tua. Kurikulum pengajaran menyesuaikan kalender akademik semester genap jenjang sekolah dasar, yaitu bulan Januari-Juni. Pada 2 (dua) bulan awal hanya kurang dari 20% anak memberikan umpan balik, namun pada bulan Maret-Mei jumlah umpan balik mengalami peningkatan. Meskipun ibadah anak saat ini dilakukan secara daring, melalui pendampingan sesi aktivitas yang dikemas secara kreatif untuk mendukung tema ibadah, diharapkan menjadikan anak-anak lebih aktif, interaktif, meningkatnya motivasi belajar dan tentu saja meningkatkan kreativitas anak.
Cite
CITATION STYLE
Ratnasari, A. (2023). PENINGKATAN KREATIVITAS ANAK UMUR 7-8 TAHUN MELALUI PENDAMPINGAN SESI AKTIVITAS IBADAH ANAK DARING. Servirisma, 3(1), 11–22. https://doi.org/10.21460/servirisma.2023.31.26
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.