KESANTUNAN BERBAHASA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR

  • Febriasari D
N/ACitations
Citations of this article
384Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Di dalam lingkungan sekolah, siswa harusnya lebih bisa mengendalikan tuturan mereka. Hal ini terjadi karena di lingkungan sekolah adalah tempat mereka menuntut ilmu dan membentuk karakter. Akan tetapi pada kenyataannya dalam proses pengajaran masih ditemukan beberapa siswa yang menggunakan bahasa tidak santun kepada teman bahkan kepada guru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa pada siswa kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa dialog maupun konversasi siswa dengan temannya dan siswa dengan guru. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, teknik rekam, dan wawancara. Dari hasil penelitian ditemukan adanya tuturan siswa yang mematuhi  maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim permufakatan, dan maksim kesimpatisan. Akan tetapi adapula tuturan siswa yang melanggara maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim permufakatan, dan  maksim kesimpatisan.Kata kunci: kesantunan berbahasa, pembelajaran

Cite

CITATION STYLE

APA

Febriasari, D. (2018). KESANTUNAN BERBAHASA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR. KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra, 2(1). https://doi.org/10.24176/kredo.v2i1.2557

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free